Sunday, 14 January 2018

Sudah Sampai Dimanakah Kontribusi Kita kepada Masyarakat?

Oleh : Muh. Azwar Arham

Hari cerah, panas terik, satu jam menjelang masuknya waktu sholat Ashar saya mulai bersiap berangkat, Dengan siapa? kemana? dan untuk apa?, ok saya ceritakan disini, saya dan sahabat satu perantauan sekaligus teman seperjuangan, bahkan satu almamater kampus dan satu kontrakan dengan saya, namanya Zakiyuddin, di tulisan ini kita panggil dia Zaky saja, seorang berdarah bugis yang sempat hidup di tanah kupang dikarenakan juga memiliki keturunan orang kupang. Oke sepertinya terlalu panjang kalau saya bercerita tentang riwayat hidupnya karena disini saya tidak menulis tentang riwayat hidup. Nah pertanyaan selanjutnya kemana? Oke, saya dan Zaky mau berangkat ke Pamulang, kenapa di Pamulang? Karena di Pamulang adalah tempat Zaky mengajar, mengajar apa? Zaky mengajar pada salah satu TPA diperumahan Reni Jaya. Disitulah nanti saya akan melakukan sebuah pengamatan sedikit tentang dunia pendidikan. Menurut zaky, mengajar bukan bukan sebagai beban, namu menurut dia mengajar adalah hobi yang sekaligus dijadikannya sebagai wujud pengabdian.

“jadi saya selain hobi menggambar, saya juga suka mengajarkan apa yang saya ketahui kepada orang lain. Seperti ini misalnya, setiap hari senin-juma’at menjelang shalat Ashar saya berangkatlah ke Pamulang, biasanya saya targetkan shalat Ashar berjamaah di masjid TPA itu. Sebelum saya sampai ke tempat mengajar, biasanya saya mampir dulu di rumah teman yang kebetulan memang sekarang tinggal di perumahan Pamulang Elok yang lokasinya memang tidak jauh dari tempat saya mengajar. Biasanya saya mampir hanya untuk sekedar istirahat karena capek setelah perjalan yang lumayan jauh dari Lebak Bulus ke Pamulang,” ujarnya.

Memang hampir setiap hari seperti itulah kegiatan zaky, selain mengajar di TPA Zaky juga mengajar privat mengaji di salah satu rumah yang dekat dengan TPA itu. Zaky selalu merasa bangga karena bisa mengabdi dan mengajaarkan apa yang dia ketahui, walaupun tiap hari harus dilalui dengan berangkat di tengah teriknya panas.

“Bagi saya sungguh merupakan suatu perbuatan sayang begitu luar biasa karena bisa ikut serta menunaikan tugas mulia mendidik dan mengajarkan adik-adik TPA tentang Al-Qur’an. Yang mana kelak suatu saat nanti adik-adik itu adalah calon generasi penerus bangsa, dan mereka yang akan mengisi catatan sejarah sebagai generasi yang berkontribusi bagi keluarga, masyarakat dan negara”. Ujarnya lagi, menjawab pertanyaan saya tentang apa yang menjadi landasan dia sehingga begitu semangat mengajar.

Setelah mendengar jawabannya itu, saya menjadi termotivasi untuk ikut serta menjadi pengajar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, apalagi saya adalah satu mahasiswa yang kuliah di kampus PTIQ, dimana kampus itu terkenal karena keunggulan dibidang Al-qur’annya. Ini lah saya merasa tertantang dan seperti di tuntut untuk ikut berkontribusi dalam mengabdi ke masyarakat, bangsa dan negara.

Oh iyah, saya hampir lupa menyebutkan nama TPA tempat Zaky mengajar, TPA itu namanya Al-Furqon, terletak di perumahan Reni Jaya, Pamulang.
Mulailah saya berangkat dari rumah teman yang di Pamulang Elok ini menuju ke TPA Al-Furqon. Sampai di masjid kami ikut sholat berjamaah dulu, setelah itu kami langsung di sambut oleh murid-murid yang siap diajar mengaji.

Sebelum mulai mengajar, murid-murid dikumpulkan dulu oleh ustadz-ustadznya, mereka disuruh membentuk lingkaran dan dipisah antara laki-laki dan perempuan. Pertama ustadznya menyuruh untuk membaca doa-doa yang telah diajarkan sebelumnya. Biasanya mereka disuruh membaca doa-doa seperti doa sebelum belajar, serta di suruh membaca bersama beberapa ayat-ayat pilihan.

Setelah membaca doa dan beberapa ayat pilihan, para murid atau biasanya dipanggil dengan santri atau santriwati membentuk barisan dengan duduk rapi, mereka melakukan antri satu persatu maju untuk menyetorkan hafalannya. Terkadang ada santri yang mencoba ingin mendahului teman-temannya untuk lebih dulu menyetorkan hafalan Al-Qur’annya, “Antri”, ucap Zaky dengan nada sedikit keras untuk menanamkan sifat disiplin kepada para santri.

Setelah melihat perjuangan teman saya mengajar Al-Qur’an, mulai dari dia setelah pulang kuliah langsung bersiap-siap berangkat menuju TPA tempat dia mengajar, meski melalui panas yang terik namun dengan semangat yang tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat membuat dia tidak pantang menyerah. Ini semua membuat saya sadar bahwa kita harus punya pengabdian dan kontribusi kepada masyarakat, bangsa dan negara.                               


cukup disini dulu sedikit cerita saya tentang pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Share:

Tuesday, 18 April 2017

Umur 7 Tahun anak perempuan dari Inggris ini Hafal 30 Juz


Maariya dari Luton, Inggris telah menyelesaikan menghafal seluruh Al Qur'an 30 Juz.

Dia memulainya pada umur 5 tahun ketika dia menghafal Surah yasin dalam tantangan amal untuk mengumpulkan uang untuk suriah. Tidak lama setelah dia menghafal Juz terakhir dari Al-Qur'an di sebuah madrasah Lokal.

Ibunya melihat bahwa dia adalah seorang anak perempuan yang cerdas dan cepat dalam menghafal, dan ibunya ingin agar dia menjadi seorang hafidzah. Ibunya kecewa karena tidak ada kelas tahfidz lengkap yang tersedia sehingga ia memutuskan untuk membimbing putrinya sendiri.

Dia mengatakan bahwa itu tidak mudah dan membutuhkan kesabaran dari dia dan putrinya.

" Saya kewalahan dan penuh emosional untuk berpikir bahwa Allah akan memberi saya kesabaran untuk menjalani ini. Itu tidaklah mudah."

Mereka harus mengikuti jadwal yang ketat, dimana Maariya akan belajar 5 jam sehari. ada waktu sebelum sekolah dimana ia akan belajar sesuatu yang baru. dan ada juga waktu setelah sekolah dimana dia akan membaca apa yang telah ia pelajari, dan ada waktu lain yaitu ketika setelah makan malam dimana ia harus memperbaiki atau merevisi kembali apa yang telah ia pelajari atau hafal.

untuk memotivasi Maariya, ibunya bilang dia bisa memilih hadiah apapun yang ia ingin setiap kali ia menyelesaikan sebagian dari Quran. Dia sering memilih hadiah yang sederhana, seperti mainan, buku mewarnai, ataupun makan di Restoran.


Usaha mereka terbayar, hanya dalam waktu 2 tahun yaitu ketika Maariya berumur 7 tahun, dia berhasil menghafal seluruh Al-Qur'an.

Sumber : Ilmfeed.com


Share:

Tuesday, 11 October 2016

Setiap orang memiliki DNA KESUKSESAN


Assalamu alaikum wr. wb.

Alhamdulillah sahabat blog ANA UGI pada kesempatan ini kami masih di berikan kesempatan untuk kembali berbagi tulisan yang bermanfaat.
baiklah, langsung saja yah, pada kesempatan ini saya ingin berbagi topik tentang Setiap Orang Memiliki DNA Kesuksesan.

DNA KESUKSESAN ? apa maksudnya ?, Oke sebelumnya kita bahas dulu apa itu DNA?, DNA itu adalah suatu pembawaan yang ada di dalam setiap tubuh manusia, jadi bagi setiap diri anda itu kenapa memiliki DNA Kesuksesan, karna ada beberapa fakta yang bisa membuktikan.

Dulu anda pernah jadi bayi, Bayi tidak langsung bisa berjalan tapi ada yang merangkak dulu,kemudian belajar berdiri, lalu kemudian belajar berlari. Nah, terbukti secara fakta bahwa tidak ada manusia itu seumur hidup cuman merangkak terus, kecuali anda LUMPUH! atau punya kelainan. Tapi, kalau anda adalah seorang manusia normal anda pasti bertumbuh, nah kalau DNA itu adalah suatu pembawaan sejak lahir bahwa manusia itu layaknya untuk terus bertumbuh. Jadi manusia tidak boleh setengah dan itu hanya terjadi di anak kecil, kenapa itu terjadi di anak kecil ? karena anak kecil itu pikiran bawah sadarnya masih sangat aktif sampai di usia 2 tahun, jadi karena pikiran bawah sadarnya aktif dia masih polos, masih lugu, dan tidak banyak yang di pikiran, tidak banyak penderitaan hidup, akhirnya dia hidupnya Cuma berjuang, berjuang, dan berjuang saja. Nah, DNA kesuksesan ini sudah dimiliki sejak kita bayi, Nah DNA yang pertama itu dinamakan dengan SPIRIT (semangat). Kalau anda perhatikan, bayi itu sangat hebat, karena kalau dia mau tidur yah tidur saja, kalau mau menangis yah menangis saja. Bayi itu tidak ada politik, rekayasa, bayi itu tidak bisa berbohong. Beda dengan orang dewasa, anak kecil itu adalah kiblat yang cocok untuk manusia bisa memiliki DNA Kesuksesan.

Anda semua pasti pernah bayi bukan? Nah anda pada saat masih menjadi bayi anda memiliki DNA SPIRIT ini, karena kalau seorang bayi tidak memiliki spirit untuk mau maju, maka bayi kemungkinan besar bayi itu tidak bisa hidup dalam jangka waktu lama. Nah kenapa spirit itu mulai hilang ketika anda memasuki usia remaja? Kenapa spirit anda mulai hilang ketika anda dewasa? Dan kenapa spirit anda hilang ketika anda sedang mengalami masalah-masalah dalam hidup anda? Mengapa? Apakah anda lupa bahwa anda pernah memiliki spirit itu ketika anda masih kecil dulu?  Janganlah pernah melupakan spirit anda ! anda masih memiliki spirit itu. Jadi ketika anda jatuh, ketika anda mengalami masalah dalam hidup anda, ketika anda mengalami badai dalam hidup anda, ketika anda mengalami masalah dalam hidup anda, ingat! Bahwa setiap manusia itu punya spirit. Anda tidak boleh menyerah dengan keadaan, anda tidak boleh menyerah dengan lingkungan, karena spirit itu sudah anda miliki.

DNA yang kedua dinamakan dengan PASSION ( gairah hidup ). Setiap manusia itu punya gairah, coba anda cari apa yang anda senangi, cari apa kesenangan anda, dan apa yang menadi tujuan hidup anda. Ketika anda sudah menemukan itu, anda pasti menemukan gairah dalam hidup anda. Kalau anda mengerjakan sesuatu itu karena hobby, dan anda penuh PASSION, maka anda tidak akan merasa capek karena anda mengerjakannya dengan happy, anda mengerjakannya dengan penuh kegembiraan, dan anda mengerjakannya dengan full of passion atau dengan penuh semangat. Nah, kalau anda mengerjakan sesuatu dengan penuh gairah atau passion maka itu adalah DNA KESUKSESAN anda. Jadi kalau anda mengerjakan sesuatu tapi anda suka mengeluh, pusing, dan stres dengan apa yang anda kerjakan itu berarti pekerjaan anda itu bukan passion anda, kerjakalanlah sesuatu yang membuat anda semangat, maka itulah DNA KESUKSESAN anda.

Oke cukup sekian dulu tulisan kami, kami sangat berharap tulisan ini memberikan manfaat untuk anda, dan jika ada hal lain yang ingin anda tanyakan silahkan berkomentar dibawah!
Cukup sekian, wassalamu alaikum wr. Wb.
Share: