Oleh : M. Afifuddin Nur
Pada
tanggal 10 Januari 2018 kami melakukan penelitian di salah satu sekolah ternama
di daerah Tangerang selatan, yakni Madrasah Aliyah Negeri Serpong namun namanya
berubah sejak ditetapkannya surat keputusan dari pemerintah provinsi Banten
menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 kota Tangerang Selatan, pada tahun 2016. Pada
hari rabu tanggal 10 Januari 2018 saya berkunjung ke sekolah tersebut dengan
menggunakan pakaian rapi seakan-akan saya ingin berangkat kuliah seperti hari
biasanya, setelah sampai disana saya melihat parkiran motor yang sangat penuh
dan rapat dikarenakan siswa dan siswi disana rata-rata menggunakan sepeda motor
untuk menuju sekolah dan terlihat kendaraan guru memadati parkiran yang
letaknya tidak jauh dari parkiran siswa siswi. Kemudian saya masuk dan parkir
motor ditempat parkir dewan guru saya pun disambut hangat oleh security dan
pegawai sekolah disana, karena saya merupakan alumni dari sekolah tersebut jadi
mereka tidak segan dan canggung menyapa dan bercanda dengan saya, setelah lama
mengobrol di dekat parkiran motor, saya pun masuk kesekolah tersebut dan
terlihat siswa-siswi dan guru sedang melaksanakan kegiatan rutin dipagi hari
yaitu sholat Dhuha bersama-sama, kemudian saya mengambil air wudhu dan memakai
peci untuk ikut bergabung melaksanakan sholat dhuha bersama, sekaligus flash
back ketika saya masih jadi siswa di sekolah tersebut, kemudian kami
melaksanakan solat dhuha bersama 4 rakaat dengan 2 kali salam dan dilanjut doa yang dipimpin
oleh seorang siswa yang sudah diatur jadwal tugasnya oleh organisasi rohis.
Setelah itu dilanjut dengan membaca al-Quran surat pendek atau juz 30 yang
dipimpin oleh salah satu siswa dan diikutin oleh seluruh siswa madrasah aliyah
negeri 1 tangsel. Kemudian setelah kegiatan solat dhuha bersama dimusolah para
siswa dan siswi masuk kekelasnya masing-masing untuk mengikuti proses belajar
mengajar. Jam pertama belajar dimulai terlihat seluruh siswa sibuk masuk
kedalam kelas namun ada salah satu kelas yang tidak masuk kekelas dikarena
mereka masuk jam pertama dengan mata pelajaran olahraga atau penjas yang
dilakukan dilapangan sekolah, guru olahraga sudah stand bye menunggu siswa dan
siswi kelas 12 IPS itu mengganti pakaian yang kemudian bergabung dilapangan,
setelah seluruh siswa kumpul mereka melakukan pemanasan atau perenggangan
sendi-sendi supaya ketika melakukan olahra tidak terjadi cidera karena otot
yang tegang, begitulah menurut guru olahraga yang sering mereka sapa dengan
bang itan, kemudian setelah pemanasan dilakukan kurang lebih 15 menit barulah
seluruh siswa baris dengan rapih dan diberi pengarahan materi oleh sang guru
olaharaga yang begitu semangat dan gembira dipagi yang cerah itu. Setelah itu seluruh
siswa melakukan jogging atau lari-lari ringan mengelilingi lapangan futsal yang
lebarnya kurang lebih 12x8m sebanyak 3 putaran yang dilakukan oleh putrid dan 5
putaran yang dilakukan oleh putra, setelah itu siswa dan siswi diajarkan materi
menggiring bola dalam permainan sepak bola, terdiri dari 3 bagian atau regu
saling bulak-balik menggiring bola sambil diberikan pengarahan oleh guru
olahraga supaya melalukan tekhnik yang baik dan benar. Setelah materi selesai
maka dilakukan lah praktik dalam bermain sepak bola yang dibagi menjadi
beberapa tim putra dan ada juga tim putri. Setelah semua bermain sepak bola
tidak terasa bell pertanda pergantian jam pelajaran sudah tiba maka siswa yang
sedang olahraga pun meninggalkan lapangan dan kembali kekelasnya. Setelah saya
melihat siswa olahraga saya pun ikut merasakan cape dan haus sehingga saya
berjalan sedikit menuju kantin yang terletak disebelah kiri sekolah, saya pun
menyapa bapak dan ibu kantin yang saya kenal bahkan sudah menjadi langganan
saya ketika saya masih menjadi siswa di Madrasah Aliyah Negeri TangSel pada
tahun 2016-an kemudian saya menyapa dan menanyakan bagaimana kabar dan kondisi
kantin pada saat ini yang posisi dan lingkungan kantin menjadi lbih nyaman dan
kondusip disbanding kantin pada saat jaman saya sekolah, kemudian saya memesan
minuman favorit saya dikantin dan sambil duduk menunggu minuman tiba saya pun
menyapa penjaga kantin yang lain yang ternyata mereka masih ingat kepada saya,
selang beberapa lama minuman pesanan saya pun tiba dan sambil duduk dikursi
kantin saya minum dengan penuh nikmat karena sebelumnya rasa haus sudah lama
saya rasakan sejak melihat siswa olahrag dengan cuaca yang cukup panas. Sambil
ngobrol-ngobrol kenangan masa dulu disekolah dengan bapak kantin tidak terasa waktu
solat dzuhur pun tiba, saya siap-siap menuju musolah yang letaknya tidak jauh
dari kantin yang saya sedang duduk. Terdengar suara lantunan azan yang indah
dikumandangkan menandakan waktu solat telah tiba dan seluruh siswa mengantri
dalam mengambil air wudhu dengan keadaan yang lelah dan cape setelah belajar
dikelas masing-masing. Kemudian saya pun ikut mengantri giliran untuk mengambil
air wudhu, pada saat saya wudhu terdengar lantuan bacaan asmaul husna yang
terdengan merdu dari arah musolah yang dipimpin oleh salah seorang siswa yang
sudah ditugaskan untuk membaca asmaul husna dengan microphone sambil menunggu
siswa lain yang masih nganti untuk mengambil air wudhu. Kemudian iqomah pun
dikumandangkan tanda solat akan segera dimulai, bapak kepala Madrasah yakni
Drs. H. Ridwan Fahmi Lubis pun menjadi imam pada waktu solat dzuhur itu,
seluruh siswa tertib mengikuti proses solat berjamaah dimusolah MAN 1 TangSel,
setelah solat dzuhur selesai imam solat memimpin membaca zikir dan dilanjutkan
doa bersama setelah solat yang dipimpin oleh kepala Madrasah, setelah solat
berjamaah dimusolah dan doa seperti biasanya yaitu membaca surat-surat pendek
atau juz 30 bersama-sama. Pembacaraan al-Quran surat pendek selalu dilakukan
setelah solat berjamaah karena bertujuan supaya seluruh siswa hafal dengan
sendiri karena keseringan membaca biasanya siswa-siswi pada hafal dengan
sendirinya. Kemudian setelah membaca Quran semua kegiatan dimusolah selesai dan
dilanjutkan dikelas masing-masing karena masih ada jam pelajaran lain yang
harus mereka laksanakan dikelas masing-masing, tidak lama saya sambil
berkeliling melihat-lihat bangunan Madrasah yang penampakannya jauh berbeda
dengan jaman dulu yang begitu sederhana, ruangan-rungan sudah mulai lengkap
dari mulai lab. Bahasa, lab. Computer, UKS, ruang osis, ruang band dan lainnya
sudah bisa diperuntuhkan untuk pendukung proses belajar siswa dan tidak lupa
saya juga melihat perpustakaan yang merupakan askes penting untuk siswa mencari
materi dan ilmu diluar dari jam belajar dikelas, posisi perpustakaan sangat
strategis dan nyaman untuk suasana belajar dan membaca buku pada saat jam luang
karena fasilitas sudah mendukung seperti tempat duduk, ruangan ber AC dan
suasana yang sunyi yang membuat nyaman untuk belajar. Tidak terasa saya berkeliling-keliling
ternyata bel tanda jam pelajaran sudah selesai, seluruh siswa diperbolehkan
meninggalkan lingkungan sekolah karena jam pelajaran sudah habis, namun ketika
saya hendak pulang saya melihat beberapa siswa tidak cepat-cepat pulang, mereka
justru sangat santai duduk diteras depan kelas mereka setelah saya tanya
ternyata mereka ada kegiatan ekstra kulikuler marawis yang biasa dilakukan
dihari selasa, kemudian ada beberapa siswa yang membawa alat marawis yang
berupa dumbuk, bass dan segala macamnya. Mereka begitu bersemangat ingin
latiahan seni marawis karena selain hoby mereka juga akan mengikuti lomba
festival marawis se-Jabodetabek yang dilaksanakan di masjid raya al-Azhom kota
Tangerang yang akan dilaksanakan 5 hari lagi setelah hari itu mereka latihan.
Jadi, mereka latihan penuh dengan kerja keras bahkan setiap hari mereka latihan
dalam rangka persiapan festival marawis yang mana ajang sangat bergensi dan
akan membawa nama baik Madrasah. Saya pun memperhatiakan bagaimana mereka
latihan, walaupun tanpa pelatih mereka
begitu serius latihan karena mereka berfikir jika penampilan tidak maksimal
akan mengecewakan pelatihnya jadi walaupun pelatihnya berhalangan hadir mereka
tetap latihan dengan sungguh-sungguh. Tak lama bapak kepala sekolah datang menghampiri
tim marawis yang sedang latihan di aula sekolah, kemudian kepala sekolah
memberikan dukungan kepada tim marawis itu supaya tetap semangat bejuang tanpa
memikirkan hasilnya menurut kepala sekolah “tidak usah perlombaan itu
menjadikan ajang kalian ingin juara atau hadiah tapi sebenarnya kalian sudah
mendapat pengalaman yang sangat berharga” motivasi itu membuat siswa tetap
semangat dalam mempersiapkan lomba karena ingin memberikan yang terbaik untuk
sekolahnya. Setelah itu saya pun pamit untuk pulang kepada kepala sekolah
karena waktu sudah sore dan sekolah pun sudah mulai sepi dari lalu lalang siswa
siswi yang bersiap-siap untuk pulang kerumahnya masing-masing. Dan saya pun
pamit kepada security dan kepada pegawai lain yang sedang duduk di dekat parkirnya
kendaraan saya, terlihat masih banyak juga siswa dan siswi yang dijemput oleh
orang tuanya atau ada juga yang menggunakan kendaraan umum seperti angkot dan
ada juga menggunakan order ojek online.
0 komentar:
Post a Comment