Monday, 15 January 2018

Kegiatan Keseharian Siswa MAN 1 Tangsel

Oleh : M. Afifuddin Nur

Pada tanggal 10 Januari 2018 kami melakukan penelitian di salah satu sekolah ternama di daerah Tangerang selatan, yakni Madrasah Aliyah Negeri Serpong namun namanya berubah sejak ditetapkannya surat keputusan dari pemerintah provinsi Banten menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 kota Tangerang Selatan, pada tahun 2016. Pada hari rabu tanggal 10 Januari 2018 saya berkunjung ke sekolah tersebut dengan menggunakan pakaian rapi seakan-akan saya ingin berangkat kuliah seperti hari biasanya, setelah sampai disana saya melihat parkiran motor yang sangat penuh dan rapat dikarenakan siswa dan siswi disana rata-rata menggunakan sepeda motor untuk menuju sekolah dan terlihat kendaraan guru memadati parkiran yang letaknya tidak jauh dari parkiran siswa siswi. Kemudian saya masuk dan parkir motor ditempat parkir dewan guru saya pun disambut hangat oleh security dan pegawai sekolah disana, karena saya merupakan alumni dari sekolah tersebut jadi mereka tidak segan dan canggung menyapa dan bercanda dengan saya, setelah lama mengobrol di dekat parkiran motor, saya pun masuk kesekolah tersebut dan terlihat siswa-siswi dan guru sedang melaksanakan kegiatan rutin dipagi hari yaitu sholat Dhuha bersama-sama, kemudian saya mengambil air wudhu dan memakai peci untuk ikut bergabung melaksanakan sholat dhuha bersama, sekaligus flash back ketika saya masih jadi siswa di sekolah tersebut, kemudian kami melaksanakan solat dhuha bersama 4 rakaat dengan  2 kali salam dan dilanjut doa yang dipimpin oleh seorang siswa yang sudah diatur jadwal tugasnya oleh organisasi rohis. Setelah itu dilanjut dengan membaca al-Quran surat pendek atau juz 30 yang dipimpin oleh salah satu siswa dan diikutin oleh seluruh siswa madrasah aliyah negeri 1 tangsel. Kemudian setelah kegiatan solat dhuha bersama dimusolah para siswa dan siswi masuk kekelasnya masing-masing untuk mengikuti proses belajar mengajar. Jam pertama belajar dimulai terlihat seluruh siswa sibuk masuk kedalam kelas namun ada salah satu kelas yang tidak masuk kekelas dikarena mereka masuk jam pertama dengan mata pelajaran olahraga atau penjas yang dilakukan dilapangan sekolah, guru olahraga sudah stand bye menunggu siswa dan siswi kelas 12 IPS itu mengganti pakaian yang kemudian bergabung dilapangan, setelah seluruh siswa kumpul mereka melakukan pemanasan atau perenggangan sendi-sendi supaya ketika melakukan olahra tidak terjadi cidera karena otot yang tegang, begitulah menurut guru olahraga yang sering mereka sapa dengan bang itan, kemudian setelah pemanasan dilakukan kurang lebih 15 menit barulah seluruh siswa baris dengan rapih dan diberi pengarahan materi oleh sang guru olaharaga yang begitu semangat dan gembira dipagi yang cerah itu. Setelah itu seluruh siswa melakukan jogging atau lari-lari ringan mengelilingi lapangan futsal yang lebarnya kurang lebih 12x8m sebanyak 3 putaran yang dilakukan oleh putrid dan 5 putaran yang dilakukan oleh putra, setelah itu siswa dan siswi diajarkan materi menggiring bola dalam permainan sepak bola, terdiri dari 3 bagian atau regu saling bulak-balik menggiring bola sambil diberikan pengarahan oleh guru olahraga supaya melalukan tekhnik yang baik dan benar. Setelah materi selesai maka dilakukan lah praktik dalam bermain sepak bola yang dibagi menjadi beberapa tim putra dan ada juga tim putri. Setelah semua bermain sepak bola tidak terasa bell pertanda pergantian jam pelajaran sudah tiba maka siswa yang sedang olahraga pun meninggalkan lapangan dan kembali kekelasnya. Setelah saya melihat siswa olahraga saya pun ikut merasakan cape dan haus sehingga saya berjalan sedikit menuju kantin yang terletak disebelah kiri sekolah, saya pun menyapa bapak dan ibu kantin yang saya kenal bahkan sudah menjadi langganan saya ketika saya masih menjadi siswa di Madrasah Aliyah Negeri TangSel pada tahun 2016-an kemudian saya menyapa dan menanyakan bagaimana kabar dan kondisi kantin pada saat ini yang posisi dan lingkungan kantin menjadi lbih nyaman dan kondusip disbanding kantin pada saat jaman saya sekolah, kemudian saya memesan minuman favorit saya dikantin dan sambil duduk menunggu minuman tiba saya pun menyapa penjaga kantin yang lain yang ternyata mereka masih ingat kepada saya, selang beberapa lama minuman pesanan saya pun tiba dan sambil duduk dikursi kantin saya minum dengan penuh nikmat karena sebelumnya rasa haus sudah lama saya rasakan sejak melihat siswa olahrag dengan cuaca yang cukup panas. Sambil ngobrol-ngobrol kenangan masa dulu disekolah dengan bapak kantin tidak terasa waktu solat dzuhur pun tiba, saya siap-siap menuju musolah yang letaknya tidak jauh dari kantin yang saya sedang duduk. Terdengar suara lantunan azan yang indah dikumandangkan menandakan waktu solat telah tiba dan seluruh siswa mengantri dalam mengambil air wudhu dengan keadaan yang lelah dan cape setelah belajar dikelas masing-masing. Kemudian saya pun ikut mengantri giliran untuk mengambil air wudhu, pada saat saya wudhu terdengar lantuan bacaan asmaul husna yang terdengan merdu dari arah musolah yang dipimpin oleh salah seorang siswa yang sudah ditugaskan untuk membaca asmaul husna dengan microphone sambil menunggu siswa lain yang masih nganti untuk mengambil air wudhu. Kemudian iqomah pun dikumandangkan tanda solat akan segera dimulai, bapak kepala Madrasah yakni Drs. H. Ridwan Fahmi Lubis pun menjadi imam pada waktu solat dzuhur itu, seluruh siswa tertib mengikuti proses solat berjamaah dimusolah MAN 1 TangSel, setelah solat dzuhur selesai imam solat memimpin membaca zikir dan dilanjutkan doa bersama setelah solat yang dipimpin oleh kepala Madrasah, setelah solat berjamaah dimusolah dan doa seperti biasanya yaitu membaca surat-surat pendek atau juz 30 bersama-sama. Pembacaraan al-Quran surat pendek selalu dilakukan setelah solat berjamaah karena bertujuan supaya seluruh siswa hafal dengan sendiri karena keseringan membaca biasanya siswa-siswi pada hafal dengan sendirinya. Kemudian setelah membaca Quran semua kegiatan dimusolah selesai dan dilanjutkan dikelas masing-masing karena masih ada jam pelajaran lain yang harus mereka laksanakan dikelas masing-masing, tidak lama saya sambil berkeliling melihat-lihat bangunan Madrasah yang penampakannya jauh berbeda dengan jaman dulu yang begitu sederhana, ruangan-rungan sudah mulai lengkap dari mulai lab. Bahasa, lab. Computer, UKS, ruang osis, ruang band dan lainnya sudah bisa diperuntuhkan untuk pendukung proses belajar siswa dan tidak lupa saya juga melihat perpustakaan yang merupakan askes penting untuk siswa mencari materi dan ilmu diluar dari jam belajar dikelas, posisi perpustakaan sangat strategis dan nyaman untuk suasana belajar dan membaca buku pada saat jam luang karena fasilitas sudah mendukung seperti tempat duduk, ruangan ber AC dan suasana yang sunyi yang membuat nyaman untuk belajar. Tidak terasa saya berkeliling-keliling ternyata bel tanda jam pelajaran sudah selesai, seluruh siswa diperbolehkan meninggalkan lingkungan sekolah karena jam pelajaran sudah habis, namun ketika saya hendak pulang saya melihat beberapa siswa tidak cepat-cepat pulang, mereka justru sangat santai duduk diteras depan kelas mereka setelah saya tanya ternyata mereka ada kegiatan ekstra kulikuler marawis yang biasa dilakukan dihari selasa, kemudian ada beberapa siswa yang membawa alat marawis yang berupa dumbuk, bass dan segala macamnya. Mereka begitu bersemangat ingin latiahan seni marawis karena selain hoby mereka juga akan mengikuti lomba festival marawis se-Jabodetabek yang dilaksanakan di masjid raya al-Azhom kota Tangerang yang akan dilaksanakan 5 hari lagi setelah hari itu mereka latihan. Jadi, mereka latihan penuh dengan kerja keras bahkan setiap hari mereka latihan dalam rangka persiapan festival marawis yang mana ajang sangat bergensi dan akan membawa nama baik Madrasah. Saya pun memperhatiakan bagaimana mereka latihan, walaupun  tanpa pelatih mereka begitu serius latihan karena mereka berfikir jika penampilan tidak maksimal akan mengecewakan pelatihnya jadi walaupun pelatihnya berhalangan hadir mereka tetap latihan dengan sungguh-sungguh. Tak lama bapak kepala sekolah datang menghampiri tim marawis yang sedang latihan di aula sekolah, kemudian kepala sekolah memberikan dukungan kepada tim marawis itu supaya tetap semangat bejuang tanpa memikirkan hasilnya menurut kepala sekolah “tidak usah perlombaan itu menjadikan ajang kalian ingin juara atau hadiah tapi sebenarnya kalian sudah mendapat pengalaman yang sangat berharga” motivasi itu membuat siswa tetap semangat dalam mempersiapkan lomba karena ingin memberikan yang terbaik untuk sekolahnya. Setelah itu saya pun pamit untuk pulang kepada kepala sekolah karena waktu sudah sore dan sekolah pun sudah mulai sepi dari lalu lalang siswa siswi yang bersiap-siap untuk pulang kerumahnya masing-masing. Dan saya pun pamit kepada security dan kepada pegawai lain yang sedang duduk di dekat parkirnya kendaraan saya, terlihat masih banyak juga siswa dan siswi yang dijemput oleh orang tuanya atau ada juga yang menggunakan kendaraan umum seperti angkot dan ada juga menggunakan order ojek online. 
Share:

0 komentar:

Post a Comment