Monday, 15 January 2018

BERCANDA YANG BERLEBIHAN

Oleh: Malik Abdul Aziz
Bismillahirrahmanirrahim


            Pintu yang berwarna hijau yang lebar nan tinggi yang terbuat dari bahan kayu semacam kayu jati itulah di mana semua anak dan guru masuk ke dalam sebuah ruangan yang agak sedikit sempit dikarenakan bangunan yang memang lebar kesamping akan tetapi tak selebar kebelakang, diruang itulah setiap anak kecil yang berumur Sembilan hingga dua belas tahun menempuh pendidikan al-Quran dengan para gurunya.
            Ketika guru memulai sebuah pelajaran al-Quran dengan mengajak murid dengan membaca doa dimulai dengan surah al-fatihah dengan dilanjutkan dengan doa menuntut atau mencari ilmu, seraya gurupun berkata kepada murid-murid ”anak-anak sebelum kita memulai pelajaran dan pengajian kita ini, baiknya kita membaca doa terlebih dahulu, agar ilmu yang kita dapatkan membawa berkah dan manfaat bagi kita semua” kemudian langsung disahut para murid seraya berkata “baik pak” dan dilanjutkan dengan membaca doa.

            Sebelum melangkah ke pembelajaran dan pengajian guru memberikan sedikit motivasi kepada murid-murid, yang setiap harinya guru lakukan dengan macam-macam motivasi, seperti dengan cerita atau kisah nabi sampai kisah para orang-orang yang hebat, pintar lagi kaya, dan kadang pula guru memberikan kata-kata bijak dari ulama sufistik imam Al-Ghazali, hal ini biasa dilakukan guru sebelum memulai pelajaran dan pengajian, agar si murid dapat terbangun kembali dan selalu bersemangat dalam belajarnya.

            Ketika sudah masuk ke dalam pembelajaran guru pun memulai pengajarannya dengan semangat dengan posisi duduk dihadapan murid-murid, suara yang lantang dan tegas membuat para murid mendengarkan penjelasan guru, ia sampaikan kepada semua murid dalam materinya, ketika guru menyampaikan materi tentang pelajaran fiqih, semua murid sangat antusias dengan cermat mendengarkan perkataan dan penjelasan guru tentang pelajaran fiqih yang ia jelaskan kepada murid-muridnya,ada yang duduk dengan tegap  dan ada pula yang tidak menoleh kesana kemari hanya karna mendengarkan penjelasan guru. Akan tetapi ada beberapa murid yang nampaknya kurang memperhatikan penjelasan guru dalam menyampaikan materinya, terlihat sosok dua orang murid yang berada di pojok kanan ruang kelas yang berbadan sedikit gemuk yang mengenakan  baju berwarna putih berlengan pendek tanpa kerah bajunya yang sedikit agak kotor dengan warna coklat bekas sisa minumannya itu dengan temannya yang mempunyai ciri fisik bertubuh pendek karena teman-teman sekelasnya mempunyai postur tubuh yang rata-rata postur tubuh mereka sedikit tinggi dari dia, yang tadi sedang asik bercanda dengan temannya berbadan sedikit agak gemuk tadi, dan dia mengenakan baju berwarna biru terang berlengan panjang yang kerah tangannya sedikit dilipat ke atas, dan guru pun langsung memanggil dan bertanya kepada si murid.

Guru: “saya lihat kalian berdua sedari tadi asyik tertawa manis dan berbicara berduaan tanpa mendengarkan penjelasan saya.?” Kemudian salah satu muridnya pun menjawab: “maaf pak tadi kita berdua bercakap tentang game Mobile Legend”, yang kemudian langsung disambut oleh temannya yang tadi bercakap berdua “iya pak, maafkan kami ya pak” yang kemudian langsung disambut pula oleh teman-temanya yang asyik mendengarkan penjelasan guru “wooo kalian sih main game gak inget waktu, inikan waktu belajar!!”.

            Kemudian guru pun langsung meneruskan pengajarannya dengan berdiri di depan sambil memantau kembali murid-muridnya sampai selesai pembahasan, dan dilanjutkan dengan pengajian al-Quran, ia pun memerintahkan kepada semua murid untuk membuka kitab suci al-Quran dan membuka catatan harian ngajinya. Sistem pengajian yang ada di TPQ itu khususnya di kelas tajwid, mempunyai sistem baca satu persatu, maka seketika itu anak perempuan yang berbaju merah dengan kerudung berwarna biru bermerek rabbani langsung maju ke hadapan sang guru untuk memulain pengajian, seperti biasanya guru memerintahkan kepada semua murid yang berada di belakang untuk membaca al-Qurannya terlebih dahulu agar ketika murid membaca al-Quran dihadapan gurunya sudah lumayan lancar, karena menurutnya anak-anak terkadang lebih memilih bercanda dengan temannya dari pada mengkaji al-Qurannya terlebih dahulu, inilah yang membuat si murid menjadi sedikit kurang bergairah dalam membaca al-Quran.

            Dengan asyik sang guru mengajarkan tajwid kepada setiap muridnya, sampai muridnya pun melantunkan bacaan al-Quran dengan begitu baik, akan tetapi ketika guru menoleh pandangannya kebelakang, terdapat dalam pandangan matanya, beberapa murid yang sedang bercanda, maka gurupun menegurnya dengan memanggil namanya dengan nada sedikit agak keras “ hey kamu yang dibelakang, kenapa masih bercanda ? apakah kamu tidak ingin melihat dirimu sendiri menjadi lebih pintar dan lebih rajin ?” perkataan guru itu membuat murid yang berada di belakang tadi menjadi tertunduk dan membisu tanpa kata, kemudian guru pun melanjutkan ucapannya “apakah kalian tidak puas untuk bermain, sedangkan waktu bermain kalian lebih banyak dari pada waktu kalian belajar, dalam sehari kalian hanya mempunyai waktu satu jam untuk belajar al-Quran di tempat ini, sisanya kalian gunakan waktu kalian untuk bermainan diluar sana,” ucapan sang guru pun langsung di jawab oleh salah satu murid yang berambut ikal bertubuh sedikit kurus yang mengenakan baju muslim berwarna putih, “iya pak, maafkan kami, kami tidak akan mengulanginya dikemudian hari” sang guru pun langsung meng-iyakannya. Pengajian terus berjalan sampai tak terasa hingga sampai akhirnya semua murid sudah membacakan al-Quran dihadapan gurunya. Ketika jam menunjukan angka 16.55 guru pun langsung menutup pengajiannya dengan memberikan pesan kepada semua murid secara umum, dengan berdiri tegak dan berkata “Alhamdulillah pembelajaran dan pengajian hari ini sudah selesai, semoga apa yang kita lakukan bisa menjadikan diri kita lebih giat lagi dalam mengkaji pelajaran, kemudian anak-anak perlu kita ketahui, bahwa ketika kita serius dan focus dalam belajar, maka pasti hasilnya pun akan baik, akan tetapi sebaliknya, ketika kita banyak bergurau dan bercanda di dalam waktu belajar kita yang hanya satu jam, maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, karena dalam waktu satu jam adalah waktu yang sangat sedikit sekali untuk kita mengkaji sebuah pelajaran, baik berupa pelajaran akidah maupun lainnya, oleh karna itu mari kita terus mengupayakan diri kita untuk selalu giat dalam belajar, karena kesuksesan seseorang bisa dilihat dari cara ia menggapai impiannya, karena kesuksesan hanya bagi orang-orang yang mau bekerja keras dan pastinya tekun dan rajin dalam beramal, semoga apa yang saya sampaikan kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua,dan Allah senantiasa memberikan kita kesehatan jasmani dan rohani kita untuk melakukan hal-hal yang baik bagi diri kita semua, amin” kemudian ucapan sang guru pun langsung dijawab oleh semua muridnya “iya pak, makasih pak atas bimbingannya, amin ya Allah” dan kemudian sang guru pun menutup pengajaran dan pengajiannya dengan menginstruksikan kepada murid dengan mengucap hamdallah dan membaca doa. Seketika murid pun langsung mengucap hamdallah dan membaca doa, selesai membaca doa semua murid langsung berdiri dan satu persatu bersalaman dengan pak guru.



Share:

0 komentar:

Post a Comment