Oleh: Malik Abdul Aziz
Bismillahirrahmanirrahim
Pintu
yang berwarna hijau yang lebar nan tinggi yang terbuat dari bahan kayu semacam
kayu jati itulah di mana semua anak dan guru masuk ke dalam sebuah ruangan yang
agak sedikit sempit dikarenakan bangunan yang memang lebar kesamping akan
tetapi tak selebar kebelakang, diruang itulah setiap anak kecil yang berumur
Sembilan hingga dua belas tahun menempuh pendidikan al-Quran dengan para
gurunya.
Ketika
guru memulai sebuah pelajaran al-Quran dengan mengajak murid dengan membaca doa
dimulai dengan surah al-fatihah dengan dilanjutkan dengan doa menuntut atau
mencari ilmu, seraya gurupun berkata kepada murid-murid ”anak-anak sebelum
kita memulai pelajaran dan pengajian kita ini, baiknya kita membaca doa
terlebih dahulu, agar ilmu yang kita dapatkan membawa berkah dan manfaat bagi
kita semua” kemudian langsung disahut para murid seraya berkata “baik
pak” dan dilanjutkan dengan membaca doa.
Sebelum
melangkah ke pembelajaran dan pengajian guru memberikan sedikit motivasi kepada
murid-murid, yang setiap harinya guru lakukan dengan macam-macam motivasi,
seperti dengan cerita atau kisah nabi sampai kisah para orang-orang yang hebat,
pintar lagi kaya, dan kadang pula guru memberikan kata-kata bijak dari ulama
sufistik imam Al-Ghazali, hal ini biasa dilakukan guru sebelum memulai
pelajaran dan pengajian, agar si murid dapat terbangun kembali dan selalu
bersemangat dalam belajarnya.
Ketika
sudah masuk ke dalam pembelajaran guru pun memulai pengajarannya dengan
semangat dengan posisi duduk dihadapan murid-murid, suara yang lantang dan
tegas membuat para murid mendengarkan penjelasan guru, ia sampaikan kepada
semua murid dalam materinya, ketika guru menyampaikan materi tentang pelajaran
fiqih, semua murid sangat antusias dengan cermat mendengarkan perkataan dan
penjelasan guru tentang pelajaran fiqih yang ia jelaskan kepada murid-muridnya,ada
yang duduk dengan tegap dan ada pula
yang tidak menoleh kesana kemari hanya karna mendengarkan penjelasan guru. Akan
tetapi ada beberapa murid yang nampaknya kurang memperhatikan penjelasan guru
dalam menyampaikan materinya, terlihat sosok dua orang murid yang berada di
pojok kanan ruang kelas yang berbadan sedikit gemuk yang mengenakan baju berwarna putih berlengan pendek tanpa
kerah bajunya yang sedikit agak kotor dengan warna coklat bekas sisa minumannya
itu dengan temannya yang mempunyai ciri fisik bertubuh pendek karena
teman-teman sekelasnya mempunyai postur tubuh yang rata-rata postur tubuh
mereka sedikit tinggi dari dia, yang tadi sedang asik bercanda dengan temannya
berbadan sedikit agak gemuk tadi, dan dia mengenakan baju berwarna biru terang
berlengan panjang yang kerah tangannya sedikit dilipat ke atas, dan guru pun
langsung memanggil dan bertanya kepada si murid.
Guru: “saya lihat kalian berdua sedari
tadi asyik tertawa manis dan berbicara berduaan tanpa mendengarkan penjelasan
saya.?” Kemudian salah satu muridnya pun menjawab: “maaf pak tadi kita
berdua bercakap tentang game Mobile Legend”, yang kemudian langsung
disambut oleh temannya yang tadi bercakap berdua “iya pak, maafkan kami ya
pak” yang kemudian langsung disambut pula oleh teman-temanya yang asyik
mendengarkan penjelasan guru “wooo kalian sih main game gak inget waktu,
inikan waktu belajar!!”.
Kemudian
guru pun langsung meneruskan pengajarannya dengan berdiri di depan sambil
memantau kembali murid-muridnya sampai selesai pembahasan, dan dilanjutkan
dengan pengajian al-Quran, ia pun memerintahkan kepada semua murid untuk
membuka kitab suci al-Quran dan membuka catatan harian ngajinya. Sistem
pengajian yang ada di TPQ itu khususnya di kelas tajwid, mempunyai sistem baca
satu persatu, maka seketika itu anak perempuan yang berbaju merah dengan
kerudung berwarna biru bermerek rabbani langsung maju ke hadapan sang guru
untuk memulain pengajian, seperti biasanya guru memerintahkan kepada semua
murid yang berada di belakang untuk membaca al-Qurannya terlebih dahulu agar
ketika murid membaca al-Quran dihadapan gurunya sudah lumayan lancar, karena menurutnya
anak-anak terkadang lebih memilih bercanda dengan temannya dari pada mengkaji
al-Qurannya terlebih dahulu, inilah yang membuat si murid menjadi sedikit
kurang bergairah dalam membaca al-Quran.
Dengan
asyik sang guru mengajarkan tajwid kepada setiap muridnya, sampai muridnya pun
melantunkan bacaan al-Quran dengan begitu baik, akan tetapi ketika guru menoleh
pandangannya kebelakang, terdapat dalam pandangan matanya, beberapa murid yang
sedang bercanda, maka gurupun menegurnya dengan memanggil namanya dengan nada
sedikit agak keras “ hey kamu yang dibelakang, kenapa masih bercanda ?
apakah kamu tidak ingin melihat dirimu sendiri menjadi lebih pintar dan lebih
rajin ?” perkataan guru itu membuat murid yang berada di belakang tadi
menjadi tertunduk dan membisu tanpa kata, kemudian guru pun melanjutkan
ucapannya “apakah kalian tidak puas untuk bermain, sedangkan waktu bermain
kalian lebih banyak dari pada waktu kalian belajar, dalam sehari kalian hanya
mempunyai waktu satu jam untuk belajar al-Quran di tempat ini, sisanya kalian
gunakan waktu kalian untuk bermainan diluar sana,” ucapan sang guru pun
langsung di jawab oleh salah satu murid yang berambut ikal bertubuh sedikit
kurus yang mengenakan baju muslim berwarna putih, “iya pak, maafkan kami,
kami tidak akan mengulanginya dikemudian hari” sang guru pun langsung
meng-iyakannya. Pengajian terus berjalan sampai tak terasa hingga sampai
akhirnya semua murid sudah membacakan al-Quran dihadapan gurunya. Ketika jam
menunjukan angka 16.55 guru pun langsung menutup pengajiannya dengan memberikan
pesan kepada semua murid secara umum, dengan berdiri tegak dan berkata “Alhamdulillah
pembelajaran dan pengajian hari ini sudah selesai, semoga apa yang kita lakukan
bisa menjadikan diri kita lebih giat lagi dalam mengkaji pelajaran, kemudian
anak-anak perlu kita ketahui, bahwa ketika kita serius dan focus dalam belajar,
maka pasti hasilnya pun akan baik, akan tetapi sebaliknya, ketika kita banyak
bergurau dan bercanda di dalam waktu belajar kita yang hanya satu jam, maka
kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, karena dalam waktu satu jam
adalah waktu yang sangat sedikit sekali untuk kita mengkaji sebuah pelajaran,
baik berupa pelajaran akidah maupun lainnya, oleh karna itu mari kita terus
mengupayakan diri kita untuk selalu giat dalam belajar, karena kesuksesan
seseorang bisa dilihat dari cara ia menggapai impiannya, karena kesuksesan
hanya bagi orang-orang yang mau bekerja keras dan pastinya tekun dan rajin
dalam beramal, semoga apa yang saya sampaikan kiranya dapat bermanfaat bagi
kita semua,dan Allah senantiasa memberikan kita kesehatan jasmani dan rohani
kita untuk melakukan hal-hal yang baik bagi diri kita semua, amin” kemudian
ucapan sang guru pun langsung dijawab oleh semua muridnya “iya pak, makasih
pak atas bimbingannya, amin ya Allah” dan kemudian sang guru pun menutup
pengajaran dan pengajiannya dengan menginstruksikan kepada murid dengan
mengucap hamdallah dan membaca doa. Seketika murid pun langsung mengucap
hamdallah dan membaca doa, selesai membaca doa semua murid langsung berdiri dan
satu persatu bersalaman dengan pak guru.
0 komentar:
Post a Comment